Hands Off Venezuela - Indonesia
Pendiri kampanye internasional Hands Off Venezuela dan pimpinan International Marxist Tendency, Alan Woods, akan hadir dalam bedah buku yang berjudul Reform or Revolution, Marxisme and Socialism of the twenty-first century, a response to Heinz Dietrich, dalam acara yang diselenggarakan oleh Gerakan Marxis Revolusioner tanggal 1 Juli 2008 di hotel ALBA, Caracas.
Buku yang akan dibedah ini merupakan respon kritis atas gagasan Heinz Dietrich, “Sosialisme Abad 21”, yang telah tersiar ke seluruh Amerika Latin. Gagasan tentang sosialisme abad 21 ala Heinz Dietrich ini, menurut Alan Woods, merupakan gagasan yang usang dan utopis, yang beberapa tahun lalu telah dijawab oleh Marx, Engels, Lenin, dan Trotsky.
(more…)
Oleh Jesus S. Anam
Terpilihnya para kandidat walikota dan gubernur dari Partai Persatuan Sosialis Venezuela (PSUV) telah menyita perhatian seluruh gerakan revolusioner di Venezuela akhir-akhir ini. Ini menunjukkan bahwa rakyat dan kaum pekerja masih tetap kokoh berdiri guna menyelamatkan revolusi.
Survei yang dilakukan oleh Venezuelan Institute for Data Analysis (IVAD) baru-baru ini juga menunjukkan bahwa gelombang massa yang besar masih tetap berada di barisan depan sosialisme. Dukungan atas kebijakan Chavez dan langkah-langkahnya dalam melawan kapitalisme, seperti nasionalisasi pabrik Sidor dan pabrik-pabrik lain, mencapai sekitar 68%. Nasionalisasi di beberapa pabrik semen: setuju 56.0%; tidak setuju 33.3%; abstain 16.0%. Dan mengenai nasionalisasi perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor makanan: setuju 50.1%; tidak setuju 42.1%; abstain 7.8%.
(more…)
HOV-Indonesia
Pergerakan politik di Venezuela dan Amerika Latin ternyata tidak hanya diminati dan diperhatikan oleh kalangan aktivis buruh, mahasiswa dan gerakan-gerakan politik revolusioner, tetapi juga diminati dan didiskusikan oleh para pemusik dan para pecinta seni di kota Bogor. Tanggal 7 Juni lalu Koordinator Hands Off Venezuela – Indonesia, Jesus S. Anam, secara khusus diundang oleh para pemusik dan pecinta seni yang menamakan diri “Libertan” untuk menghadiri acara “sore santai” mereka sambil berdiskusi tentang perkembangan politik di Venezuela dan Amerika Latin.
“Diskusi politik sambil minum kopi, makan gorengan, bercanda dan santai, ternyata asyik,” kata Ryan, ketua kelompok tersebut.
(more…)
Oleh Berta Joubert-Ceci
Mei 15, 2008 10:36 PM
http://www.workers. org/2008/ world/hunger_ crisis_0522/
Dengan tema “Kedaulatan dan Keamanan Pangan: Pangan untuk Kehidupan,” delegasi dari 15 negeri bertemu di Managua, Nikaragua, pada 7 Mei untuk mendiskusikan rencana dan strategi menghadapi krisis kelaparan serius yang melanda rakyat Amerika Latin dan Karibia
(more…)
Oleh Jesus S. Anam
Hands Off Venezuela - Indonesia
Jakarta, 21 Mei 2008
Lagu Internationale mengalun berulangkali, mengiringi resah ribuan kaum buruh dan miskin kota yang tergabung dalam Front Pembebasan Nasional (FPN) dalam aksi menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM. FPN menuntut pemerintah agar menggagalkan kenaikan harga BBM, menurunkan harga bahan-bahan pokok, dan mengambil alih perusahaan-perusahaan Migas dari tangan kaum modal dibawah kontrol rakyat. FPN juga mengutuk pemerintahan SBY-JK sebagai antek kaum modal yang menghabiskan kekayaan alam negeri ini hingga terjadi krisis energi.
(more…)
Jakarta, 13 mei 2008
Sekelompok perempuan di Kelurahan Duripulo, Gambir, Jakarta Pusat, yang dimotori oleh Ivo dan Vivi dari Jaringan Nasional Perempuan Mahardhika, Selasa malam tanggal 13 Mei 2008 menggelar pemutaran film dan diskusi tentang Venezuela. Acara ini digelar guna merespon rencana pemerintah Indonesia menaikkan harga BBM pada 1 Juni nanti. Meskipun tidak seperti yang diharapkan, sekolompok perempuan yang sebagian besar ibu-ibu rumahtangga tersebut tampak serius mengikuti acara hingga akhir. “Kita telah melihat bersama peristiwa-peristiwa politik yang terjadi di Venezuela dan kita bisa belajar dari sana,” kata Ivo, koordinator acara dan sekaligus pendamping komunitas perempuan tersebut.
(more…)
9 Mei 2008 - 13:21 WIB
Mulyani Hasan

Sekelompok anak muda di Jakarta membela Venezuela dari serangan media massa yang mendukung Amerika Serikat. Mereka tak sendiri. Anak muda di 30 negara membentuk kelompok solidaritas untuk Venezuela: menyiarkan kabar baik dari rakyat Venezuela yang tengah suka cita menyambut revolusi.
Di pojok kantor Lembaga Bantuan Hukum Jakarta sore itu ada pertunjukan. Sebuah film dokumenter berjudul No Volveran diputar. Film itu merekam kehidupan rakyat Venezuela. Di sana ada revolusi tanpa moncong senjata. Sang revolusioner, Hugo Chavez, terpilih sebagai presiden secara konstitusional.
(more…)
Mei 2008, oleh Kiraz Janicke - Venezuelanalysis. com
Caracas,2 Mei 2008 - Sambil mengibarkan bendera merah dan spanduk pro-revolusi bertuliskan “lawan imperialisme” dan mendukung “sosialisme dan perdamaian”, lebih dari 300.000 buruh melakukan aksi jalan di hari Kamis lalu untuk merayakan 1 Mei, Hari Perjuangan Buruh Sedunia. Demo tersebut juga dirayakan dengan dikeluarkannya dekrit oleh Presiden Hugo Chavez yang menaikkan upah minimum sebesar 30% menjadikan upah minimum Venezuela yang tertinggi di Amerika Latin.
(more…)
http://boliviarisin g.blogspot. com/2008/ 04/chavez- warns-that- bolivia-is- on-verge. html
Caracas - Presiden republik, Hugo Chavez, memperingatkan bahwa “Bolivia berada di tepi peledakan” dan mengakui bahwa itu adalah alasan utama di belakang digelarnya KTT luar biasa Alternatif Bolivarian untuk Amerika (ALBA).
“Adalah imperium yang menginginkan Bolivia meledak. Adalah kaum fasis kanan yang tidak menginginkan dialog atau apa pun. Mereka hanya mau perang untuk menendang presiden (Evo) Morales”, kata Chavez melalui telepon dalam program Dando y Dando, di Venezolana de Television.
(more…)
Oleh Raul Zibechi
Pabrik-pabrik yang ‘diselamatkan’ (recovered) oleh para buruhnya merupakan respon dari dua dekade neoliberalisme dan deindustrialisasi. Dalam suatu gerakan yang tak pernah ada sebelumnya di Amerika Latin, buruh telah mengambil kendali langsung produksi dan operasi tanpa pengusaha - dan bahkan kadang tanpa pengawas (foremen), teknisi, atau spesialis - di 200 pabrik dan tempat kerja di Argentina, sekitar 100 di Brazil dan lebih dari 20 di Uruguay.
Aksi para buruh ini bukanlah hasil dari perdebatan ideologis melainkan dari kebutuhan mendesak. Penutupan massal terhadap pabrik dan perusahaan yang memasok pasar domestik memicu sejumlah buruh untuk mencegah setidaknya beberapa pabrik-pabrik ini agar tidak menjadi gudang-gudang yang ditinggalkan.
(more…)