Peluncuran Hands Off Venezuela (HOV) Malang

Tanggal 3 Maret lalu, bersamaan dengan launching buku Revolusi Permanen karya Leon Trotsky, Hands Off Venezuela Indonesia cabang Malang diluncurkan. Acara tersebut mengambil tempat di gedung Ikatan Alumni (IKA) Brawijaya Malang yang dihadiri oleh perwakilan dari organ-organ mahasiswa dan buruh. Para peserta yang hadir, selain ingin bersolidaritas dengan Revolusi Venezuela, mereka juga tertarik untuk mengikuti bedah buku Revolusi Permanen. Acara Peluncuran HOV Malang dan launching buku Revolusi Permanen ini menghadirkan 3 pembicara: Jesus SA (HOV Indonesia), Andi Irfan (Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia, SPBI), dan Romo Robertus Wujanarko (pemerhati gerakan-gerakan sosial).

Acara peluncuran HOV Malang sangat pas bersamaan dengan bedah buku Revolusi Permanen. Hal ini tercermin dari pertanyaan beberapa peserta yang mengaitkan antara Revolusi Venezuela, internasionalisme, dan teori revolusi permanen. Selain itu, bedah buku ini memberi jalan awal bagi organ-organ revolusioner buruh dan mahasiswa untuk mengenal pemikiran Trotsky yang luar biasa, yang akan memberi petunjuk bagi terciptanya perubahan besar di Indonesia.

Terkait dengan Revolusi Permanen, Jesus SA, pembicara dari HOV Indonesia, juga mengulas kegagalan Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam mengemban tugas revolusi. PKI, sebagai partai yang memiliki massa besar, yang seharusnya bisa menggerakkan revolusi di Indonesia, ternyata mandeg dan hancur karena mengadopsi sebuah teori yang salah, yakni teori dua-tahap Stalin. Hadirnya buku Revolusi Permanen dalam bahasa Indonesia, menurut Jesus SA, akan memberi harapan dan bisa menjadi petunjuk yang cerdas bagi pembentukan partai politik kader di Indonesia, yang berkarakter Bolshevik, untuk melakukan perubahan besar dengan jalan revolusi sosialis.

Acara peluncuran HOV Malang dan bedah buku Revolusi Permanen ini juga memberi wacana baru bagi peserta yang hadir mengenai pentingnya bersolidaritas denganRevolusi Venezuela. Karena bersolidaritas dengan Revolusi Venezuela bisa menajdi langkah awal untuk membangun revolusi sosialis berskala dunia. Karena sosialisme tidak bisa dibangun di satu negara, tetapi harus melewati batasan-batasan nasional. (Syaiful)

5 Comments

  1. hai aku djavo. apaan tu hov? kok kayaknya asyik deh, ikutan dong………………… boleh kan……… hidup rakyat…!!! Long live kapitalismo…eh salah sosialisme…

  2. salam perjuangan…
    saya adi, wah bgus sekali tuch…
    gmna caranya menjadi anggota hov malang….?
    trus markasnya dimana…?
    trima kasih…

    • Salam Perjuangan….
      Kawan Adi….

      Caranya mudah, kamu dapat bergabung dengan HOV dengan menjadi salah satu kontributor kita, dan mengikuti diskusi dan kegiatan yang diselenggarakan oleh HOV khususnya di negara dimana kamu tinggal. selama 3 bulan terakhir kita belum meaktifkan semua kegiatan yang sifatnya rutin. Mulai bulan september depan kita akan mengaktifkan semua kegiatan HOV.
      Trims atas commennya.

      Long Live socialism…

  3. salam perjuangan……….!!!
    hidup rakyat…
    hidup buruh…
    hiduplah kaum tertindas.

    to kawan2 SPM, SPBI.
    aku rindu dengan perjuangan.

Leave a Response