{"id":676,"date":"2009-12-26T13:15:07","date_gmt":"2009-12-26T13:15:07","guid":{"rendered":"http:\/\/indonesia.handsoffvenezuela.org\/?p=676"},"modified":"2009-12-26T13:15:07","modified_gmt":"2009-12-26T13:15:07","slug":"chavez-di-kopenhagen-kita-membutuhkan-sebuah-revolusi-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesia.handsoffvenezuela.org\/?p=676","title":{"rendered":"Ch\u00e1vez di Kopenhagen: Kita Membutuhkan sebuah Revolusi Dunia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Ditulis oleh Hands Off Venezuela Denmark<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam sebuah rapat umum yang diorganisir oleh beragam serikat buruh, organisasi politik, dan kampanye solidaritas (termasuk Hands Off Venezuela), lebih dari 3000 orang di Kopenhagen mendengarkan Presiden Hugo Ch\u00e1vez dengan tepat menggarisbawahi bahwa sebuah revolusi sosialis adalah solusi satu-satunya bagi persoalan-persoalan umat manusia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/handsoffvenezuela.org\/indo2\/wp-content\/uploads\/2009\/12\/chavez-kopenhagen_300x225.jpg\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignleft size-full wp-image-681\" title=\"chavez-kopenhagen_300x225\" src=\"https:\/\/handsoffvenezuela.org\/indo2\/wp-content\/uploads\/2009\/12\/chavez-kopenhagen_300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" \/><\/a>Ch\u00e1vez menekankan perlunya sebuah revolusi sedunia dan mengulangi usulannya tentang Internasionale Kelima untuk menjadi instrumen tujuan ini. Ia mengatakan bahwa Karl Marx telah memulai Internasionale Pertama, Engels dan Rosa Luxemburg berpartisipasi dalam Internasionale Kedua, Lenin mengambil inisiatif untuk Internasionale Ketiga, dan Trotsky mendirikan Internasionale Keempat. Tak satu pun dari organisasi-organisasi ini ada sekarang ini, tapi Ch\u00e1vez berkata bahwa sebuah Internasionale Kelima akan menolong proses revolusi di seluruh dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam rapat umum tersebut, Presiden Evo Morales dari Bolivia juga menyampaikan pidato yang mengutuk kapitalisme. Para pembicara lain meliputi wakil presiden Kuba, Estaban Lazo, dan menteri luar negeri Nicaragua, Samuel Santos.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ch\u00e1vez mengawali pidatonya dengan mengutuk represi di jalan-jalan Kopenhagen selama KTT Iklim PBB. Menyebutkan KTT Iklim, ia berkata, \u201cBeberapa pihak tidak ingin mendiskusikan sebab-musabab perubahan iklim. Saya akan memberitahu Anda apa sebab-musababnya: kapitalisme. Kapitalisme adalah musuh terburuk \u2013 bagi kehidupan dan bagi iklim.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebuah delegasi dari Hands Off Venezuela menemui Ch\u00e1vez tak lama sebelum pidatonya dan menyerahkan kepada sang presiden dua surat dari para pekerja di pabrik-pabrik Gotcha dan Vivex di Venezuela. Kami mengungkapkan solidaritas dengan sang presiden dan gagasan tentang sebuah Internasionale Kelima.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam pidatonya, Ch\u00e1vez menggaribawahi pokok-pikiran bahwa revolusi Venezuela hanyalah awal dari revolusi dunia, dan bahwa revolusi Venezuela masih belum selesai; tugas membangun sosialisme di Venezuela masih di ada depan. Ia mengatakan bahwa ia yakin bahwa peristiwa-peristiwa revolusioner di Venezuela dan negeri-negeri Amerika Latin lainnya akan berulang di negeri-negeri Utara \u2013 di Erupa dan A<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Para pemirsa \u2013 aktivis-aktivis sayap kiri, kaum muda, dan kaum serikat buruh \u2013 menginterupsi pidato beberapa kali dengan tepuk tangan meriah dan nyanyian seperti <em>\u201cel pueblo unido, jam\u00e1s ser\u00e1 vencido\u201d<\/em> [Rakyat bersatu, tidak akan terkalahkan]. Tepuk tangan yang paling meriah terjadi ketika Ch\u00e1vez berbicara tentang Fidel Castro dan perjuangan melawan imperialisme AS, dan tentang sosialisme sebagai satu-satunya jalan untuk mengakhiri kesengsaraan global dan memastikan suatu masa depan bagi umat manusia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam pidatonya, Ch\u00e1vez berterimakasih kepada <em>Hands off Venezuela<\/em> dan kelompok-kelompok lainnya karena telah menyelenggarakan rapat umum ini. Ia menekankan fakta bahwa semua perubahan datang dari bawah \u2013 dari organisasi dan pendidikan politik massa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Para aktivis dari <em>Hands off Venezuela<\/em> berintervensi dalam rapat tersebut dengan sebuah stan, yang menjual kaos, buku-buku, dan bahan-bahan lainnya, dan membagi-bagikan selebaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Diterjemahkan oleh Pandu Jakasurya dari \u201cChavez in Copenhagen: We need a world revolution\u201d, 18 Desember 2009, Hands Off Venezuela Denmark. Sumber tulisan: <\/em> <a href=\"http:\/\/militanindonesia.org\/internasional\/eropa\/8038-chavez-kopenhagen.html\" target=\"_blank\">http:\/\/militanindonesia.org\/internasional\/eropa\/8038-chavez-kopenhagen.html<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ditulis oleh Hands Off Venezuela Denmark Dalam sebuah rapat umum yang diorganisir oleh beragam serikat buruh, organisasi politik, dan kampanye solidaritas (termasuk Hands Off Venezuela), lebih dari 3000 orang di Kopenhagen mendengarkan Presiden Hugo Ch\u00e1vez dengan tepat menggarisbawahi bahwa sebuah revolusi sosialis adalah solusi satu-satunya bagi persoalan-persoalan umat manusia. Ch\u00e1vez menekankan perlunya sebuah revolusi sedunia &hellip; <a href=\"https:\/\/indonesia.handsoffvenezuela.org\/?p=676\" class=\"more-link\">Continue reading<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;Ch\u00e1vez di Kopenhagen: Kita Membutuhkan sebuah Revolusi Dunia&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ngg_post_thumbnail":0},"categories":[3],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesia.handsoffvenezuela.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/676"}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesia.handsoffvenezuela.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesia.handsoffvenezuela.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.handsoffvenezuela.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.handsoffvenezuela.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=676"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesia.handsoffvenezuela.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/676\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesia.handsoffvenezuela.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=676"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.handsoffvenezuela.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=676"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.handsoffvenezuela.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=676"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}