{"id":1061,"date":"2011-04-10T13:39:46","date_gmt":"2011-04-10T13:39:46","guid":{"rendered":"http:\/\/indonesia.handsoffvenezuela.org\/?p=1061"},"modified":"2011-04-10T13:39:46","modified_gmt":"2011-04-10T13:39:46","slug":"pelajaran-dari-venezuela-dewan-komunal-mengelola-keuangan-mereka-sendiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesia.handsoffvenezuela.org\/?p=1061","title":{"rendered":"Pelajaran Dari Venezuela: Dewan Komunal Mengelola Keuangan Mereka Sendiri"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/handsoffvenezuela.org\/indo2\/wp-content\/uploads\/2011\/04\/Dewan-Komunal-Di-Santo-Rosa-Merida-226x150.jpg\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignleft size-thumbnail wp-image-1062\" title=\"Dewan-Komunal-Di-Santo-Rosa-Merida-226x150\" src=\"https:\/\/handsoffvenezuela.org\/indo2\/wp-content\/uploads\/2011\/04\/Dewan-Komunal-Di-Santo-Rosa-Merida-226x150-150x150.jpg\" alt=\"\" width=\"150\" height=\"150\" srcset=\"https:\/\/indonesia.handsoffvenezuela.org\/wp-content\/uploads\/2011\/04\/Dewan-Komunal-Di-Santo-Rosa-Merida-226x150-150x150.jpg 150w, https:\/\/indonesia.handsoffvenezuela.org\/wp-content\/uploads\/2011\/04\/Dewan-Komunal-Di-Santo-Rosa-Merida-226x150-100x100.jpg 100w\" sizes=\"(max-width: 150px) 85vw, 150px\" \/><\/a>( Disadur dari Berdikari Online, oleh Degnis merlo) Untuk asosiasi kehidupan: Begitu juru bicara dewan komunal  menggambarkan asosiasi lingkungan sebelumnya. Organisasi ini seharusnya  menjadi representasi komunitas namun sebaliknya justru tidak membuka  ruang bagi keragaman. Namun akhirnya, kehendak masyarakat lah yang  menjadi pemenang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cerita ini berkisah tentang bagaimana komune Antonio Jose de Sucre di  lingkungan (barrio) Petare bermula; Setelah 20 tahun berjuang agar  suara mereka didengar dan menemukan jawaban atas masalah-masalah yang  dihadapi komunitas, khususnya bagi anak-anak, sebuah kelompok lingkungan  (semacam RT) di sektor Antonio Jose de Sucre akhirnya mendirikan Dewan  Komunal Tia Elena.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai upaya untuk mengembangkan dewan komunal tersebut, para  anggota mendapatkan suntikan pengetahuan oleh para professional dari  berbagai disiplin seperti manajemen sosial dan hak-hak anak. Enam orang  dari  anggota pendiri komune ini mengambil studi manajemen sosial, dan  lima orang mengambil studi hukum.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada tahun 2005, kelompok ini memulai aktivitas kultural, pendidikan,  dan hiburan yang didesain khususnya untuk anak-anak, yang menurut juru  bicara komune Mariela Castillo, \u201cmerupakan sumber nilai (values) dari  sebuah visi dan kehidupan baru.\u201d<br \/>\n<big><strong><br \/>\nPermulaan<\/strong><\/big><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum komunitas ini melakukan perbaikan terhadap lingkungannya,  daerah tersebut dikuasai oleh pengedar narkoba dan para pelaku kriminal  yang praktis tidak bisa melakukan apa-apa terhadap komunitas tersebut.  Namun kondisi ini perlahan-lahan mulai berubah setelah pada tahun 2007  didirikan sebuah komunitas yang didaftarkan sebagai Dewan Komunal  Antonio Jose de Sucre, yang juga merupakan bentuk baru partisipasi  anggota masyarakat di lingkungan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dewan Komunal ini pada awalnya mendapatkan hibah sebesar 2 juta BsF  (sekitar 400,000 US$) dari program yang bertajuk Rencana Transformasi  Komprehensif Habitat pada tahun 2009. Hibah ini kemudian digunakan untuk  memperbaiki 120 unit rumah, yang menurut Castillo: \u201cbegitu banyak  keluarga yang menggunakan satu kamar untuk semua anggota keluarganya.  Namun sekarang tiap anggota keluarga bisa menikmati kondisi hidup yang  jauh lebih baik.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satunya adalah keluarga Judith Farray. Dia bercerita tentang  kondisi kehidupannya kini dari dapurnya yang baru saja diperbaiki. 17  tahun yang lalu, dia pindah dan mendirikan sebuah rumah beratap yang  berdinding terbuat dari seng. Namun kini rumah yang ditempatinya bersama  9 anggota keluarganya tidak nampak seperti dulu lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya bekerja begitu lama untuk komunitas ini namun tidak pernah  mendapatkan apa-apa, bahkan untuk sebuah batu bata, sama sekali tidak  pernah. Bukan untuk saya dan bukan untuk siapa-siapa. Namun setelah  terlibat dalam dewan komunal, saya kembali didekati oleh mereka yang  sebelumnya mengurus komunitas ini dan saya berkata kepada mereka:  bekerja bersama anda selama 30 tahun sangat sia-sia, tak satu pun yang  dilakukan. Tapi sekarang dengan pemerintahan ini saya akhirnya bisa  melakukan sesuatu untuk keluarga dan komunitas saya. Kami telah  mendirikan dinding saran (semacam papan saran), tangga, dan pasar. Apa  yang belum kami capai?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengalaman Judith juga dibenarkan oleh Fatima Tous Arteaga, yang  mengkoordinasi Wadah Perjuangan Komune. Dia menyoroti beberapa  capaian-capaian pembangunan lainnya seperti Pusat Perawatan Gigi dan  Ruang Komputer dengan teknologi maju.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kerja-kerja komunitas terus berlanjut dalam merespon berbagai  persoalan yang dihadapi komunitas dan selanjutnya melibatkan semakin  banyak rukun tetangga . Saat proses legalisasi dewan komunal tealh  selesai pada tahun 2010, dewan ini bergabung dengan 6 dewan komunal  lainnya dan komune yang dihasilkan kemudian dibagi kedalam 7 komite  kesehatan, 6 komite lahan perkotaan, 7 komite perumahan, 1 jaringan  kerja penyewa, 7 komite olah raga, 1 komite transportasi, 1 komite  pelajar, 1 komite telekomunikasi dan 1 komite energi. Tiap komite  memiliki juru bicara yang diberi pelatihan oleh Sekolah Penguatan  Kekuasaan Rakyat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><big><strong>Memukul Inflasi<\/strong><\/big><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPada tahun 2009, kami menerima BsF 400,000 untuk membeli sebuah  Rumah Perawatan Harian bagi anak yang berumur 0-12 tahun, sebuah klub  lansia, dan sebuah toko roti. Surplus dari dana tersebut digunakan untuk  proyek yang diusulkan oleh dewan-dewan komunal lainnya. Ini dilakukan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">setelah melalui proses pengambilan suara oleh majelis,\u201d ungkap Mariela Castillo.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Surplus dana tersebut diperuntukkan untuk tujuan yang berbeda-beda,  seperti: pengecetan rumah, penyediaan dana sosial dan pelaksanaan  aktivitas outdoor oleh Semilleros de la Patria (sebuah program untuk  pengembangan \u201cnilai\u201d yang diikuti oleh 200 anak-anak). \u201cMasih tersisa  surplus sekitar BsF 100,000 yang akan digunakan perbaikan rumah-rumah,\u201d  lanjut Castello.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Proyek-pryek tersebut juga sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi  87 orang (laki-laki dan perempuan) yang sebelumnya mendapatkan pelatihan  berbagai macam keterampilan seperti konstruksi dan pemasangan pipa di  INCE (Institut Nasional Pelatihan dan Pendidikan Sosialis).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><big><strong>Seperti Sebuah Keluarga<\/strong><\/big><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah hujan lebat yang mendera Venezuela pada selama beberapa bulan  pada akhir tahun 2010, semakin terlihat jelas bahwa kualitas  kemanusiaan ikut berkembang seiring perkembangan Komune Antonio Jose de  Sucre.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mariela Castilo menyatakan bahwa anggota dewan komunal memberikan  bantuan selama 8 hari pertama saat kondisi darurat hingga larut malam.  Mereka mengambil bagian secara aktif dalam upaya penyelamatan, evakuasi,  dan pertolongan pertama bagi para korban yang kehilangan rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian, dewan juga memberikan perhatian bagi pemukiman \u201cWilliam  Lara\u201d, sebuah pemukiman yang juga sering disebut El Fortin. Dewan juga  menjadikan Rumah Perawatan Harian untuk anak-anak sebagai tempat  pemukiman sementara bagi anak-anak yang menjadi korban banjir. Namun  yang juga tidak kalah pentingnya adalah sambutan hangat yang diberikan  dan harapan yang terus disuntikkan kepada para keluarga korban.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di pemukiman inilah Cintia Lara melahirkan anak pertamanya setelah  kehilangan rumah yang ia tempati bersama 15 anggota keluarganya. Namun  bagi Cintia, ia tidak kehilangan segalanya. Karena ia memiliki  lingkungan yang terus memberikan bantuan dan perhatian, layaknya sebuah  keluarga besar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Diterjemahkan dari artikel http:\/\/venezuelanalysis.com\/analysis\/6113<\/strong> (Penerjemah:Zulkhair Burhan)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>( Disadur dari Berdikari Online, oleh Degnis merlo) Untuk asosiasi kehidupan: Begitu juru bicara dewan komunal menggambarkan asosiasi lingkungan sebelumnya. Organisasi ini seharusnya menjadi representasi komunitas namun sebaliknya justru tidak membuka ruang bagi keragaman. Namun akhirnya, kehendak masyarakat lah yang menjadi pemenang. Cerita ini berkisah tentang bagaimana komune Antonio Jose de Sucre di lingkungan (barrio) &hellip; <a href=\"https:\/\/indonesia.handsoffvenezuela.org\/?p=1061\" class=\"more-link\">Continue reading<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;Pelajaran Dari Venezuela: Dewan Komunal Mengelola Keuangan Mereka Sendiri&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ngg_post_thumbnail":0},"categories":[3],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesia.handsoffvenezuela.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1061"}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesia.handsoffvenezuela.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesia.handsoffvenezuela.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.handsoffvenezuela.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.handsoffvenezuela.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1061"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesia.handsoffvenezuela.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1061\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesia.handsoffvenezuela.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1061"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.handsoffvenezuela.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1061"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.handsoffvenezuela.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1061"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}