Hands off Venezuela dan Iran

Oleh Ted Sprague
27 Juni 2009

Mengobarnya gerakan di Iran menimbulkan banyak kebingungan di antara pendukung Revolusi Venezuela dalam menyikapi apa yang sedang terjadi di Iran. Ini semakin diperparah dengan pernyataan Chavez bahwa dia mendukung Ahmadinejad dan menggambarkan rejim Iran sebagai rejim progresif anti-imperialis. Kampanye Hands off Venezuela (HoV) selalu mengambil posisinya dari prinsip membela kemenangan Revolusi Venezuela, dan bila Chavez melakukan hal-hal yang keliru maka adalah tugas dari aktivis-aktivis kampanye HoV untuk mengkritisinya dengan keras.

Ketika Chavez melakukan hal-hal yang mendorong kemenangan Revolusi Bolivarian (seperti menyerukan pendudukan pabrik, pembentukan dewan komunal dan dewan pabrik, dan lain-lain), ini kita dukung dengan segenap hati dan bersama-sama dengan rakyat Venezuela kita berusaha merealisasikan seruan-seruan dan kebijakan-kebijakan tersebut. Akan tetapi, HoV bukanlah Chavista atau pengekor Chavez. Ini yang membedakan kita dari banyak kampanye-kampanye solidaritas lainnya. Banyak orang yang kadang-kadang bingung dan menanyakan: kamu pro-Chavez? Dan kita jawab: tidak, kita pro-Revolusi Venezuela. Aktivis-aktivis yang kebingungan dan tidak mengerti prinsip ini biasanya jatuh ke dalam dua ekstrim: menjadi pendukung Chavez yang buta atau menjadi penghujat Chavez yang buta juga.

Dari prinsip membela Revolusi Venezuela ini maka kita bisa lebih jelas menyikapi gerakan yang sedang terjadi di Iran, dan tetap konsisten. Pertama-tama, sekutu sejati dari Revolusi Venezuela adalah kaum pekerja seluruh dunia, dan dalam hal Iran maka sekutu sejatinya adalah kaum buruh Iran yang selama 30 tahun telah ditindas oleh rejim Mullah Iran. Hanya karena rejim Iran itu anti-Amerika bukan berarti rejim tersebut adalah rejim pro-pekerja. Bukankah rejim Korea Utara adalah juga anti-Amerika? Dan Taliban juga adalah anti-Amerika.

Selama 5 tahun belakangan ini, Venezuela telah melakukan hubungan dagang dan diplomasi dengan Iran. Dalam ekonomi global, tidak ada salahnya melakukan hubungan dagang dengan negara-negara lain, bahkan bila negara tersebut bukanlah negara pro-pekerja. Tidak mungkin Venezuela bisa mengisolasi dirinya secara ekonomi. Ini akan berakibat buruk terhadap perkembangan ekonomi Venezuela. Venezuela pun masih melakukan hubungan dagang minyak dengan Amerika yang sudah berulang kali mencoba menggulingkan pemerintahan Chavez. Akan tetapi kita tidak boleh membingungkan hubungan ekonomi dengan sikap kita akan karakter sesungguhnya dari negara-negara tersebut. Iran bukanlah negara pro-pekerja. Semenjak kegagalan Revolusi Iran 1979 yang dibajak oleh para Mullah, semua hak pekerja dan wanita telah dirampas. Tidak ada kebebasan membentuk serikat buruh dan untuk mogok. Bahkan perayaan May Day dilarang. Tahun ini, ratusan buruh dipukuli dan ditangkap saat mencoba merayakan May Day.

Pernyataan Chavez bahwa rejim Iran adalah sahabat Venezuela sangatlah merugikan, sebab ini akan membingungkan rakyat Venezuela dan mengasingkan kaum revolusioner Iran yang sedang berjuang melawan penindasan pemerintahan Iran. Banyak kaum revolusioner Venezuela yang sudah mengkritik dengan keras langkah Chavez ini, salah satunya adalah kelompok Marxis Venezuela CMR (Corriente Marxista Revolucionaria, Tendensi Marxis Revolusioner). Aktivis-aktivis HoV pun sudah mengeluarkan kritik yang keras. Dalam momen seperti yang sekarang terjadi di Iran, kita bisa melihat bahwa sikap Chavez terhadap Iran sangat berbahaya karena ini membuat Venezuela berdiri di camp reaksioner yang membunuhi para demonstran beberapa minggu terakhir ini.  Chavez dilihat sebagai pemimpin dan dia punya tanggung jawab yang besar. Bukan hanya rakyat Venezuela yang menghormati dan mendengarkan dia, jutaan rakyat di dunia mendukungnya juga dan dukungan Chavez terhadap Iran akan (dan telah) membingungkan mereka. Di Timur Tengah, berdasarkan survey pada bulan April dan Mei 2009 Chavez adalah pemimpin yang paling populer karena Revolusi Bolivarian dilihat sebagai inspirasi. Chavez seharusnya menggunakan sentimen ini untuk mengobarkan revolusi di Timur Tengah dengan cara mendukung gerakan-gerakan buruh di sana, dan bukannya bersahabat erat dengan pemerintah Iran sembari memujinya sebagai negara anti-imperialis

Di Indonesia sendiri, media-media juga telah berusaha menggambarkan situasi di Iran sebagai intervensi asing. Dengan menggunakan sentimen Islam dan anti-imperialis, kelompok-kelompok fundamentalis Islam di Indonesia mencoba mendiskreditkan gerakan demokrasi di Iran yang sekarang sedang berkobar. Kemenangan gerakan rakyat Iran jelas akan memukul fundamentalisme dengan sangat telak, dan inilah mengapa kelompok-kelompok fundamentalis di Indonesia mendukung rejim Iran.

Di Iran sendiri, para demonstran meneriakkan “Allahu Akbar” karena ini bukanlah pertentangan antara Islam dan Barat (intervensi asing), melainkan antara Islam Kanan Reaksioner (baca para penguasa Iran) dan Islam Kiri (baca rakyat jelata). Ini bukanlah pertentangan agama seperti yang ingin digambarkan oleh para pendukung Iran yang menuduh jutaan rakyat Iran yang turun ke jalan sebagai agen-agen Amerika Serikat yang ingin menghancurkan Islam. Ini adalah klasik perjuangan kelas yang sekarang masih dalam tahapan embrio di Iran.

Hands off Venezuela mengutuk semua intervensi kapitalis-asing di Iran yang mencoba memanuver untuk kepentingan imperialis mereka. HoV mendukung intervensi buruh sedunia, yakni dukungan solidaritas dari rakyat pekerja sedunia kepada perjuangan buruh Iran. Inilah satu-satunya intervensi revolusioner yang kita dukung. Seperti yang diserukan oleh Marx dan yang telah menjadi slogan rakyat pekerja di semua negara: “Buruh sedunia, bersatulah!”

Revolusi di Iran telah dimulai. Walaupun sekarang rejim Iran telah berhasil merepresi para demonstran, tetapi untuk pertama kalinya rakyat Iran bergerak secara massif. Mereka telah belajar banyak dan akan bergerak lagi di kemudian hari dengan lebih besar dan lebih terorganisasi. Venezuela harus mengambil posisi yang tepat, yakni mendukung gerakan buruh Iran untuk menumbangkan rejim reaksioner Iran. Revolusi di Iran akan menjadi percikan revolusi di Timur Tengah, seperti halnya Revolusi Venezuela telah memercikkan revolusi di Amerika Latin. Bersama-sama, Venezuela dan Iran, Amerika Latin dan Timur Tengah, dapat menjadi titik tolak revolusi untuk sosialisme sedunia

Ted Sprague, aktivis Hands off Venezuela

Leave a Response