PELUNCURAN HOV INDONESIA DISAMBUT ANTUSIAS

Jakarta, 28 Maret 2008.

Peluncuran HOV Indonesia disambut sangat antusias oleh beberapa elemen pro perubahan di Indonesia. Dihadiri sekitar 70 orang, HOV Indonesia diluncurkan di Gedung LBH Jakarta, hari Jumat 28 Maret 2008. Beberapa yang ikut hadir, selain delegasi-delegasi dari organ-organ yang terlibat dalam kepanitiaan nasional HOV – Indonesia seperti Rumah Kiri, Resist Book Yogyakarta, PRP, SMI, IGJ, SERIAL, KPRM – PRD, LMND – PRM, KSM UNAS, juga dihadiri oleh delegasi-delegasi dari Kelompok Miskin Kota, elemen-elemen yang peduli pada perubahan di Indonesia, dan individu-individu yang tertarik dengan proses revolusi di Venezuela.

Peluncuran diawali oleh pemutaran film No Volveran, sebuah film dokumenter tentang perjuangan rakyat Venezuela dalam meruntuhkan rezim otoriter kapitalistik. Dilanjutkan diskusi bersama tentang Venezuela. Zely Ariane, juru bicara HOV – Indonesia, berbicara tentang ekonomi baru dan demokrasi baru dengan belajar dari proses revolusi dan program-program sosialis di Venezuela. Sadikin Gani dari Rumah Kiri, yang juga menjadi narasumber pada diskusi peluncuran HOV – Indonesia, menekankan pentingnya gerakan internasional dalam upaya untuk menghancurkan kapitalisme. Menurutnya, gerakan seperti ini akan berhasil jika dilakukan oleh banyak negara.

Dari hasil diskusi pada peluncuran HOV – Indonesia ini telah memberi penegasan bahwa perjuangan rakyat Venezuela dan sikap politik Presiden Chavez merupakan inspirasi yang tepat guna membangun kepemimpinan revolusioner, kekuatan garda depan revolusi, dan membangkitkan kesadaran kelas yang massif di Indonesia. Diskusi ini juga merupakan manifestasi keberhasilan perjuangan kaum miskin yang tidak memiliki akses pada kekuasaan. Perjuangan rakyat Venezuela dalam usahanya untuk mengorganisir diri, membangun komunitas-komunitas, pengambilalihan pabrik-pabrik oleh kaum pekerja, dan lain-lain, yang terdokumentasi dalam film No Volveran bisa menjadi inspirasi bagi perjuangan dan perubahan di Indonesia. Kontekstualisasi perjuangan rakyat Venezuela menjadi hal yang sangat mendasar. Dan penyelenggaraan pendidikan politik untuk membangun kesadaran basis massa rakyat di Indonesia dengan belajar dari kasus Venezuela menjadi sebuah alternatif yang sangat memungkinkan. Hal ini memerlukan kerja-kerja yang kontinyu, dan Hands Off Venezuela – Indonesia akan mempelopori kerja-kerja revolusioner ini.

Diskusi diakhiri dengan beberapa pernyataan yang mewakili elemen-elemen yang hadir untuk mendukung kampanye Revolusi Venezuela. Beberapa elemen sudah mempersiapkan diri untuk membuat serial diskusi di basis masing-masing, beberapa lagi akan terus memantau website HOV – Indonesia dan akan berkontribusi lewat tulisan. Selain itu, mereka merencanakan akan bertemu kembali untuk membuat rencana tindak lanjut terutama dalam rangka membangun jaringan yang bisa mendukung kampanye tentang Venezuela sebagai inspirasi bagi gerakan revolusioner di Indonesia.(JSA)

Pesan-Pesan Solidaritas dari Kelompok HOV Negara Lain Untuk Peluncuran HOV Indonesia Pada Tanggal 28 Maret 2008

HoV Argentina

Buenos Aires, 20 de marzo de 2008

La Campaña “Manos Fuera de Venezuela” de Argentina saluda con entusiasmo la salida de la página web, Indonesian HOV, de nuestros hermanos de Indonesia. Estamos seguros que el esfuerzo de los compañeros indonesios será una gran contribución a difundir la solidaridad con la revolución venezolana y denunciar las conspiraciones reaccionarias del imperialismo y de sus lacayos locales. Las masas trabajadoras de Indonesia y Argentina también sufren la opresión del imperialismo y de sus títeres locales, por lo tanto el avance y el triunfo de la revolución venezolana también representa una victoria para el pueblo trabajador de nuestros países porque los fortalecerá en la lucha contra quienes lo oprimen y explotan.

Long Live Indonesian HOV!


Long Live HOV International Campaign!


Long Live the Venezuelan revolution!

Argentinian HOV

Buenos Aires, 20 Maret 2008

“Hands Off Venezuela” Argentina menyambut dengan penuh antusias peluncuran website HOV–Indonesia oleh kawan-kawan di Indonesia. Kami yakin bahwa usaha dari kawan-kawan akan memberikan kontribusi yang teramat besar dalam menyebarkan solidaritas dengan Revolusi Venezuela dan mengutuk konspirasi-konspirasi reaksioner dari imperialisme dan boneka-boneka mereka (kaum borjuis lokal). Massa pekerja di Indonesia dan Argentina juga menderita opresi dari kaum imperialis dan borjuis lokal, oleh karena itu kemajuan dan kemenangan Revolusi Venezeula juga mewakilkan sebuah kemenangan bagi rakyat pekerja di negara-negara kita karena kemenangan ini akan membuat rakyat menjadi lebih kuat di dalam perjuangan melawan kelompok-kelompok yang menindas dan mengeksploitasi mereka.

Hidup HOV Indonesia!

Hidup Kampanye Internasional HOV!

Hidup Revolusi Venezuela!

HoV Inggris

Revolutionary greetings on behalf of the Hands Off Venezuela Campaign in Britain! We welcome the launch of Hands Off Venezuela in Indonesia as an important step forward in the international movement of solidarity with the Venezuelan Revolution.


Very best wishes,

Rob Walsh, Hands Off Venezuela, London, UK

Salam revolusi dari kampanye Hands Off Venezuela di Inggris! Kami menyambut peluncuran HOV di Indonesia sebagai sebuah langkah penting di dalam gerakan solidaritas internasional dengan Revolusi Venezuela.

Salam Hangat,

Rob Walsh, Hands Off Venezuela, London, Inggris

HoV Belgia
Dear comrades!


We are extremely pleased to hear about the launching of HOV Indonesia.bWe believe this is the first step to develop the campaign in solidarity with the most advanced revolutionary process in the planet to the whole of Asia.


Workers, youth and students around the globe are looking at the situation in Venezuela and the debates around the Socialism of the 21st century for guidance and inspiration. We believe that Hands Off Venezuela should play a role in this debate internationally. At the same time we must place ourselves in the forefront of the struggle for the defence of the Venezuelan Revolution.


We hope that the solidarity work will help you to build a strong campaign as much as it is helping us putting the debate about socialism on the agenda, here in Belgium.


Yours in solidarity and internationalism,

Salam Revolusi Sosialis!
Hands Off Venezuela – Handen van aff Venezuela – Touche Pas au
Venezuela Belgium
Dear Comrades!

Kami sangat gembira mendengar kabar mengenai peluncuran HOV Indonesia. Kami percaya bahwa ini adalah langkah pertama untuk membangun kampanye solidaritas dengan proses revolusi termaju di muka bumi kepada seluruh Asia.

Kaum pekerja, kaum muda, dan mahasiswa seluruh dunia sekarang sedang menyimaki situasi di Venezuela dan berdiskusi mengenai Sosialisme Abad Ke-21 untuk mencari arahan dan inspirasi. Kami percaya bahwa kampanye Hands Off Venezuela harus memainkan peran di dalam diskusi ini secara internasional. Pada saat yang sama, kita harus maju ke depan di dalam perjuangan membela Revolusi Venezuela.

Kami berharap bahwa kerja solidaritas ini dapat membantu kawan-kawan untuk membangun sebuah kampanye yang kuat, karena ini juga akan membantu kami mendorong diskusi mengenai sosialisme di Belgia.

Salam Solidaritas dan Internasionalisme,
Salam Revolusi Sosialis!

Hands Off Venezuela Belgia

Alan Woods – Editor In Defence of Marxism dan Pencetus Kampanye Hands Off Venezuela

Dear Comrades,


I have just learned of the establishment of HOV in Indonesia. This is splendid news! I am sure that the campaign will find a strong echo among the workers, peasants, intellectuals and militant youth in Indonesia, which is a key country in the struggle for world socialism. I look forward with eager anticipation to further news of your important work


and I wish you every success!


Long live the fight for world socialism!


Down with capitalism and imperialism!


Hands off Venezuela!

Alan Woods

Dear Comrades,

Saya baru saja mengetahui mengenai peluncuran kampanye HOV di Indonesia. Ini adalah berita yang sangat menggembirakan! Saya yakin kalau kampanye ini akan mendapatkan gaung yang besar di antara kaum pekerja, petani, intelektual, dan pemuda-pemudi yang militan di Indonesia, yang merupakan negara kunci di dalam perjuangan untuk revolusi sosialis. Saya akan tunggu kabar terbaru mengenai kerja kawan-kawan dan semoga sukses!

Hidup Perjuangan untuk Sosialisme Sedunia!

Tumbangkan Kapitalisme dan Imperialisme!

Hands Off Venezuela!

Alan Woods

HoV Amerika Serikat


Dear comrades of HOV Indonesia,

From the United States, please received our warmest greetings of international solidarity, and our congratulations on this tremendous achievement. The Bolivarian Revolution is at the forefront of the world revolution, and workers and youth around the world are inspired by it. The defense of the revolution from U.S. imperialism is a task for all class-conscious workers and youth. We must also learn from the experience of the Venezuelan revolution, because the only way to ensure its safety and success is to bring about revolutionary change in our own countries. Indonesia, with its marvelous revolutionary traditions, will be at the forefront of this worldwide struggle, and the setting up of the Indonesian Hands Off Venezuela Campaign is a giant step forward to this end. Keep up the good work!


In solidarity,

John Peterson

National Secretary, U.S. Hands Off Venezuela

Dear comrades of HOV Indonesia,

Dari Amerika Serikat, kami sampaikan salam solidaritas internasional yang hangat, dan juga selamat untuk pencapaian yang hebat ini. Revolusi Bolivarian sekarang ada di lini depan revolusi dunia, dan kaum pekerja dan kaum muda di seluruh dunia terinspirasi olehnya. Membela Revolusi Venezuela dari ancaman imperialisme AS adalah tugas dari semua pekerja dan muda-mudi yang sadar kelas. Kita juga harus belajar dari pengalaman Revolusi Venezuela, karena satu-satunya cara untuk menjaga revolusi Venezuela adalah dengan membawa perubahan revolusioner di negara kita masing-masing. Indonesia, dengan tradisi revolusionernya yang menakjubkan, akan berada di lini depan perjuangan sosialis sedunia, dan peluncuran kampanye HOV Indonesia ini adalah langkah besar untuk menuju kesana. Lanjutkan usaha kawan-kawan!

Salam Solidaritas,

John Peterson

Sekretaris Nasional, Hands Off Venezuela AS

HoV Kanada
Congratulations from HOV Canada!


The Venezuelan Revolution is an inspiration to workers, youth and anybody who wishes to live in world where the people control their own resources. Venezuela proves that there is a different path than US corporate control and war. Venezuela is embarking on a socialist path that is becoming more and more popular in Latin America. With the formation of HOV groups around the world people can learn of the successes of Venezuela and defend the revolution.


In Solidarity,

Alex Grant

HOV Canada National Coordinator

Ucapan selamat dari HoV Kanada!

Revolusi Venezuela adalah sumber inspirasi bagi kaum pekerja, kaum muda, dan siapa saja yang ingin hidup di dunia dimana rakyatlah yang menguasai sumber daya alam mereka. Venezuela telah menunjukkan bahwa ada jalan lain selain kuasa korporasi AS dan peperangan. Venezuela sekarang sedang menempuh jalan sosialisme yang semakin popular di Amerika Latin. Dengan pembentukan kelompok-kelompok kerja HOV di seluruh dunia, rakyat akan dapat mempelajari keberhasilan-keberhasilan revolusi Venezuela dan membela revolusi tersebut.

Salam solidaritas,

Alex Grant

Koordinator Nasional Hands Off Venezuela Kanada

HoV Spanyol

A la atención de Manos Fuera de Venezuela de Indonesia,


Estimados camaradas:


Es con gran alegría que recibimos la noticia del lanzamiento oficial de la campaña Manos Fuera de Venezuela en Indonesia. La revolución venezolana marcó un cambio cualitativo en la situación política mundial y está teniendo un impacto muy importante en la conciencia de una capa de jóvenes y trabajadores de todo el mundo. Los poderosos siempre han tratado de que ideas como socialismo, revolución, lucha contra el imperialismo, etc. estuviesen asociadas a una especie de “romanticismo trasnochado” sin ninguna viabilidad, y la revolución venezolana ha sido como un gran torpedo que a estallado en la línea de flotación ideológica de la burguesía y del imperialismo.


Dentro de pocas semanas se celebrará el sexto aniversario del fracasado golpe de Estado y de la histórica movilización de masas que lo derrotó. La revolución venezolana ha desmostrado ya, en varias ocasiones, que las masas son capaces de luchar y dar su vida por grandes ideas y por tratar de transformar profundamente sus condiciones de existencia. La revolución venezolana ha vuelto a validar, plenamente, la viabiliad de las ideas revolucionarias.


Sin embargo es evidente que los peligros siguen acechando a la revolución venezolana, y su triunfo definitivo es una tarea a resolver. En este sentido, la solidaridad internacional es fundamental y el lanzamiento de MFV, en el acto que celebráis el 28 de marzo, en un país de las dimensiones y las tradiciones revolucionarias de Indonesia no pueden ser calificados de otra manera más que de un acontecimiento histórico.


Rebicid un caluroso saludo revolucionario de MFV de España.


¡Viva la revolución venezolana!


¡Viva la revolución en Indonesia!


¡Viva la revolución mundial!

Madrid, 26 de marzo de 2008

Dear Comrade,

Kami sangat gembira mendengar mengenai peluncuran kampanye Hands Off Venezuela di Indonesia. Revolusi Venezuela menandai sebuah perubahan kualitatif di dalam situasi politik dunia dan revolusi ini memiliki pengaruh yang besar di dalam kesadaran rakyat pekerja dan kaum muda di seluruh dunia. Kelompok yang berkuasa selalu berusaha membuat ide-ide seperti sosialisme, revolusi, perjuangan melawan imperialisme, dsb. sebagai ide-ide romantis yang sudah ketinggalan jaman dan mustahil. Revolusi Venezuela adalah seperti torpedo yang menghancurkan ideologi kaum borjuis dan imperialisme.
Dalam beberapa minggu ke depan, akan dirayakan 6-tahun kegagalan kudeta April 2002 di Venezuela dan mobilisasi massa yang mengalahkan kudeta tersebut. Revolusi Venezuela telah menunjukkan berkali-kali bahwa rakyat mampu berjuang dan akan memberikan nyawanya demi ide-ide yang hebat dan mencoba merubah keadaan hidup mereka. Revolusi Venezuela telah memberikan validasi terhadap ide-ide revolusioner.
Tetapi, adalah nyata kalau mara-bahaya masih mengancam Revolusi Venezuela, dan kemenangan akhir revolusi ini adalah tugas yang masih harus dipenuhi. Oleh karena itu, peluncuran kampanye HOV di Indonesia pada tanggal 28 Maret di negara sebesar Indonesia yang memiliki tradisi revolusioner adalah sebuah peristiwa yang bersejarah.

Salam Revolusi dari HOV Spanyol,

Hidup Revolusi Venezuela!

Hidup Revolusi di Indonesia!

Hidup Revolusi Sedunia!

Madrid, 26 Maret 2008

HoV Denmark

Copenhagen, March 26, 2008


To the activists of the Hands off Venezuela Campaign in Indonesia.


It is with great enthusiasm that we hear that you are about to launch the Hands off Venezuela Campaign in Indonesia. The Venezuelan revolution and the masses continuous struggle for socialism is an inspiring event for all revolutionaries around the world. It offers the lessons that revolutionaries need to learn to overcome ruling class of capitalists. By studying the Venezuelan revolution it will help us to understand the revolutionary movement.


The Venezuelan revolution has been threatened by the US imperialism and the local oligarchy since it began almost ten years ago. It is of great importance that revolutionaries in every country defend the revolution by extend people’s knowledge of the movement and that the exploited masses of the world is able to take responsibility for their own future. In the end; the best way of defending the Venezuelan revolution is fighting for the revolution in your own country and world revolution.


We hope that you will build a strong solidarity campaign in Indonesia. It is a big step forward for the campaign in Asia and it demonstrates the concrete solidarity between the masses in Indonesia and Venezuela.

Revolutionary greetings from Hands off Venezuela in Denmark

Kepada Aktivis Hands Off Venezuela di Indonesia,

Dengan antusias sekali kami mendengar kabar kalau kawan-kawan akan meluncurkan kampanye HOV di Indonesia. Revolusi Venezuela dan perjuangan rakyat untuk sosialisme adalah sebuah inspirasi bagi seluruh kaum revolusioner sedunia. Revolusi Venezuela ini menawarkan pelajaran-pelajaran yang perlu disimak oleh kaum revolusioner untuk melawan kelas penguasa kapitalis. Dengan mempelajari revolusi Venezuela, ini akan membantu kita mengerti gerakan revolusioner.

Revolusi Venezuela telah diancam oleh imperialisme AS dan kaum oligarki lokal semenjak ia mulai sepuluh tahun yang lalu. Sangatlah penting bagi kaum revolusioner di setiap negara untuk membela revolusi ini dengan cara menyebarluaskan informasi mengenai revolusi ini ke rakyat banyak, dan bahwa rakyat tertindas sedunia dapat menentukan nasibnya sendiri. Pada akhirnya, cara terbaik untuk membela revolusi Venezuela adalah dengan memperjuangkan revolusi di negara kita sendiri dan memperjuangkan revolusi sedunia. Kami sangat mengharapkan kalau kawan-kawan akan membangun sebuah kampanye solidaritas yang kuat di Indonesia. Ini merupakan langkah yang besar bagi kampanye HOV di Asia dan ini mendemonstrasikan solidaritas yang konkrit antara rakyat di Indonesia dan Venezuela.

Salam Revolusi dari Hands Off Venezuela di Denmark,

Copenhagen, 26 Maret 2008

_________________________
Dihimpun oleh Ted Sprague

Keputusan Pengadilan London Memenangkan Venezuela dalam Perseteruannya Dengan Exxon

By James Suggett – Venezuelanalysis.com

18 Maret 2008

Mérida, March 18, 2008 (venezuelanalysis.com)- Hakim Inggris Paul Walker mengumumkan dalam ruang pengadilan di London hari ini bahwa pembekuan aset perusahaan minyak negara Venezuela, PDVSA, sejumlah $12 milyar harus dicabut. Keputusan ini adalah kekalahan telak bagi perusahaan minyak terbesar di dunia, ExxonMobil, yang pada 7 Februari secara sementara membekukan asetnya dalam perseteruannya dengan PDVSA mengenai nasionalisasi saham Exxon dalam proyek Sabuk Sungai Orinoco Venezuela yang dikenal sebagai Cerro Negro.

“Kami dapat katakan bahwa kami telah memenangkan satu lagi pertempuran, satu lagi kemenangan bagi rakyat kami, bagi pemerintah kami, dan yang paling penting adalah satu lagi kemenangan bagi negeri kami,” seperti dinyatakan oleh Menteri Minyak dan Petroleum Rafael Ramirez berhubung keputusan itu.

Duta Besar Venezuela di London, Samuel Moncada, menyebut keputusan itu sebagai “awal dari keakhiran pelecehan ExxonMobil terhadap Venezuela.” Moncada juga mengatakan bahwa negerinya “gembira” bahwa pengadilan Inggris “menolak dijadikan alat Exxon dalam memaksakan dirinya di ajang internasional melawan Venezuela.”

“Yang terpenting bagi negeri kami adalah kampanye, serangan berupa kebohongan dan kekacauan [yang mana] mereka coba tanamkan kecemasan di negeri kami dan mereka coba katakan bahwa industri nasional kami rusak, itu semua digugurkan, karena itu semua bohong… itu adalah bagian dari, sekali lagi, manipulasi yang mereka ciptakan terhadap rakyat kami,” kata Ramirez dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah Venezuela, VTV.

Pengacara Exxon Catherine Otton-Goulder, menolak mengomentari keputusan tersebut.

Hakim Walker, yang menunda keputusan dua kali sejak kasus yang berlangsung selama seminggu ini dimulai pada 28 Februari, akan memberikan penjelasan penuh tentang keputusannya dalam hari-hari berikut.

PDVSA berargumen bahwa pengadilan London tak memiliki yurisdiksi hukum terhadap aset perusahaan asing nasional yang tidak beroperasi di Inggris Raya. Exxon berargumen sebaliknya dan pada bulan Februari telah memenangkan keputusan pengadilan di New York yang membekukan aset PDVSA sebesar $315 juta.

Sebagai hasil keputusan ini, Exxon diharuskan membayar biaya pengadilan PDVSA, yang menurutnya mencapai $766.000. Dan juga, PDVSA akan menuntut kompensasi terhadap kerugian lainnya, seperti devaluasi surat-surat hutangnya (bonds), peningkatan biaya pinjaman, dan ketakmampuannya berinvestasi dalam kilang-kilang pada masa pembekuan, demikian menurut pengacara PDVSA George Pollack.

Sementara, PDVSA akan mendapatkan kembali kendali penuh atas aset-asetnya di Inggris Raya, tapi pembekuan asset yang dilakukan Exxon di Antilles Belanda, Belanda, dan New York untuk sementara tidak berubah.

“Saya pikir semua rakyat Venezuela dapat berbangga,” kata Ramirez, menjanjikan bahwa pemerintahnya akan terus membela “prinsip dan kedaulatan” bangsa dari agresi asing.

Ia juga menjamin bahwa PDVSA akan berupaya segala cara untuk membersihkan citra Venezuela di awal aksi-aksi Exxon. Ramirez menyebut upaya-upaya Exxon sebagai “terorisme yudisial” pada bulan Februari karena dilancarkan di luar proses arbitrase yang sedang berjalan di Pusat Internasional untuk Penyelesaian Perseteruan Investasi (ICSID) dan bermaksud menghancurkan reputasi dan kredibilitas PDVSA walaupun Exxon ditawarkan kompensasi (indemnity).

“Kami telah mengalahkan ExxonMobil,” ujar Ramirez dengan gembira, sambil menambahkan bahwa “keputusannya 100% menguntungkan Venezuela, tuduhan-tuduhan Exxon digugurkan,” tapi, katanya, ia akan menunggu hingga hakim menjelaskan sepenuhnya keputusannya sebelum memberikan komentar lebih jauh, demikian reportase berita ABN.

Kini, ExxonMobil dan PDVSA akan kembali pada proses arbitrase ICSID yang telah ditinggalkan, jelas Ramirez.

Menyusul nasionalisasi cadangan minyak Sabuk Sungai Orinoco pada bulan Mei 2007, pemerintah Venezuela mengharuskan negara memegang setidaknya 60% saham dalam proyek perminyakan. Negara menasionalisasi saham beberapa perusahaan, termasuk perusahaan Italia ENI, yang mana dicapai kesepakatan kompensasi $700 juta pada bulan lalu.

Exxon, namun demikian, menolak tawaran kompensasi Venezuela sebesar $750 juta untuk 41,6% saham dalam proyek “Cerro Negro”. Tawaran didasarkan pada nilai saham Exxon menurut catatan PDVSA di saat nasionalisasi, demikian klaim PDVSA, tapi Exxon menghendaki proyeksi profit dari proyek itu dan menuntut arbitrase.

Kompensasi maksimum yang diupayakan Exxon dalam negosiasinya adalah $5 milyar sebelum melancarkan pembekuan aset sebesar $12 milyar, demikian menurut pengumuman Ramirez kepada Majelis Nasional Venezuela bulan Februari. Perbedaan dalam klaim kompensasi menciptakan tuduhan bahwa upaya Exxon merupakan bagian dari “perang ekonomi” melawan Venezuela.

Sejak nasionalisasi, partisipasi negara dalam Sabuk Sungai Orinoco meningkat dari 39% menjadi 78%, dan Venezuela tetap menjadi penghasil minyak mentah terbesar di Amerika Latin, dengan hampir setengah minyaknya diekspor ke Amerika Serikat.

Tak ada tanda bahwa penghentian hubungan bisnis antara Venezuela dan ExxonMobil pada 12 Februari akan dirubah, walaupun PDVSA akan menghormati kontraknya pada kilang Chalmette yang dimilikinya bersama dengan Exxon.

PDVSA dan Mobil menjadi mitra bisnis pada 1997, sebelum Mobil diambil-alih oleh Exxon. Dalam periode 1990an, dikenal sebagai era “Pembukaan Petroleum”, nasionalisasi minyak Venezuela yang dilakukan pada 1976 secara perlahan melemah dan PDVSA diberikan otonomi, mentransformasi perusahaan tersebut menjadi apa yang oleh Ramirez dikatakan sebagai “Kuda Troyan” modal internasional.

Secara kontras, administrasi Presiden Hugo Chavez menggalakkan apa yang disebutnya sebagai “kedaulatan petroleum.” Selain menasionalisasi proyek-proyek produksi minyak yang dikuasai asing, kebijakan ini menyertakan penyaluran $30 milyar keuntungan minyak PDVSA ke Dana Pengembangan Nasional Venezuela (FONDEN) antara 2004 dan 2007. Dana ini antara lain diinvestasikan ke dalam proyek-proyek infrastruktur, perluasan sistem perawatan kesehatan Barrio Adentro, pembersihan lingkungan, dan pendidikan.

Berita PRP dari Inggris

Pertemuan Terbuka Lawan Intervensi Imperialisme di Amerika Latin[i]

Pada sore tanggal 15 Maret yang lalu, Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP) hadir dalam rapat terbuka yang membahas tentang kondisi Revolusi Amerika Latin di pusat kota London, setelah paginya dilangsungkan demonstrasi Anti Perang yang diikuti oleh puluhan ribu massa.

Pertemuan ini diorganisir oleh empat organisasi solidaritas internasional yakni Hands Off Venezuela (HOV), Colombia Solidarity Campaign, the Movement of Ecuadorians, dan The Bolivia Solidarity Campaign sebagai sebuah respon terhadap aksi militer yang baru saja dilancarkan oleh Pemerintah Colombia Presiden Uribe dengan sokongan Amerika terhadap kelompok pejuang FARC yang berbasis di Ecuador, dan terhadap berbagai bentuk ancaman terbaru imperialisme.

Sekitar 70 orang hadir dalam pertemuan tersebut menyimak para pembicara dari masing-masing organisasi. Mereka menjelaskan bagaimana saat ini perjuangan buruh dan petani di Amerika Latin harus berhadapan dengan ancaman dari kekuatan imperialis, terutama Amerika serikat dan kelompok elit yang mengontrol ekonomi dan mendominasi media massa di negara-negara tersebut.

Fidel perwakilan dari Movimiento Ecuador Reino Unido (Gerakan Rakyat Ecuador) menjelaskan tentang persoalan-persoalan yang dihadapi oleh gerakan rakyat Ecuador terkini. Ia juga mengemukakan berbagai langkah yang ditempuh oleh Presiden sayap kiri Rafael Correa (yang beraliansi dengan Chaves) untuk meraih kekuasaan, dan melawan semua oposisi dari partai-partai tradisional, kelompok oligarki, dan media massa.

Jorge Martin dari Hands Off Venezuela menjelaskan tentang ancaman-ancaman terbaru yang dilancarkan oleh imperialisme Amerika terhadap proses revolusi di Venezuela. Misalnya saja, upaya perusahaan minyak Amerika ExxonMobil untuk untuk membekukan asset-aset PDVSA (Perusahaan minyak nasional Venezuela) lewat jalur hukum, upaya Bush memasukkan Venezuela ke dalam daftar “negara-negara terroris”, dan sabotase-sabotase ekonomi yang dilakukan oleh kelompok oligarki yang terus berlangsung.

Menurut Jorge, pada kongres terbaru PSUV (Partai Persatuan Sosialis Venezuela), suara dari lapisan massa yang mendukung revolusi Bolivarian semakin kencang, meskipun para birokrat-birokrat berusaha untuk terus membungkamnya. Ia juga mengingatkan bahwa sekitar 100 keluarga oligarki saat ini memang telah kehilangan kekuasaan politiknya, namun mereka masih memiliki kekuasaan ekonomi. Bahaya lainnya adalah persoalan birokratisme internal, dan sayap kanan di dalam revolusi yang terus menghalang-halangi inisiatif revolusioner rakyat dan juga perintah dari presiden Chaves sendiri

Ia mencontohkan, dalam kasus penambangan batu bara diwilayah Zulia Venezuela, yang telah membawa dampak buruk pada mata pencaharian masyarakat setempat, birokrat-birokrat yang memiliki hubungan dengan perusahaan-perusahaan tambang multinasional tidak mau menutup penambangan tersebut meskipun Chaves sudah memerintahkannya.

Pembicara berikutnya, Andy Higginbottom dan Juan Gabriel dari Colombia Solidarity Campaign menjelaskan tentang pemerintahan Presiden Uribe Colombia yang dibina oleh Amerika sebagai kaki tangannya dalam menjalankan politik imperialisme di Amerika Latin. Kini, sayap kanan demikian takutnya terhadap perkembangan gerakan kiri di negara tersebut, sehingga mereka menggunakan cara-cara yang represif dan intimidatif. Sebagai contoh, para pengusaha memberika izin waktu kepada buruh-buruhnya untuk ikut berdemonstrasi anti kelompok pejuang sayap kiri FARC yang diorganisir oleh pemerintah bersama sayap kanan pada tanggl 4 Februari yang lalu. Selain itu pada tanggal 6 Maret, empat organiser demonstrasi anti paramiliter dan tindak kekerasan telah ditembak mati. Andy Higginbottom juga menambahkan bahwa praktek perdagangan obat bius di Kolombia memiliki kaitan erat dengan kepentingan kelas penguasa di negeri itu.

Amancay Colque dari Bolivia Solidarity Campaign juga berbicara tentang bagaimana isu tuntutan “otonomi” sedang marak di Santa Cruz dan propinsi lainnya, yang sengaja digunakan oleh kelompok sayap kanan untuk melemahkan pemerintahan President Evo Morales. Tujuan utama dari tuntutan ini tentunya adalah agar mereka dapat terus mengontrol ladang-ladang minyak dan gas di wilayah tersebut

Dalam diskusi juga ditegaskan bahwa perusaahaan-perusahaan multinasional yang mengeksploitasi negara-negara di Amerika latin tersebut berbasis di Amerika Serikat dan Eropa. Dengan demikian, yang dibutuh saat ini tidak saja sebatas solidaritas dari rakyat Eropa atau Amerika saja, namun sebuah perjuangan melawan sistem yang telah menciptakan kondisi ini. Perjuangan untuk menegakkan sosialisme tidak hanya di Amerika Latin, tapi juga di harus terjadi diseluruh belahan dunia.

________________________________________

[i] Dilaporkan oleh Diana Aziza Hubungan Internasional PRP dari Public meeting against imperialist intervention in Latin America dan diterjemahkan dari http://www.socialist.net/venezuelan-revolution-back-agenda-2.htm dengan beberapa pemotongan dan tambahan, untuk memudahkan pembaca Indonesia memahami konteks yang dibicarakan.

Hands Off Venezuela Campaign to be launched in Indonesia

By Ted Sprague
Tuesday, 18 March 2008

It is not an overstatement that the Bolivarian Revolution in Venezuela is a shining beacon of hope for struggling masses around the world. Not only inspiring, the Venezuelan revolution offers many lessons for revolutionaries who are genuinely seeking radical solutions to problems faced by the toiling masses. With these ideas in mind, a group of Leftist organizations and individuals in Indonesia have decided to launch the Hands Off Venezuela campaign, thus making it the first HOV campaign present in the Asia Pacific region.

The official launch of the campaign will be held in conjunction with the first public premiere screening of “No Volveran” on March 28, 2008. The campaign’s website is already up and running and has served as a source of information on the Venezuelan Revolution. Local organizations that have supported and endorsed this campaign include the PRP (Working People Association), the KPRM-PRD (The Political Committee of The Poor – People’s Democratic Party), SERIAL (Indonesian People Solidarity for Latin America), Rumah Kiri, Ultimus Bandung, Resist Book, SMI (Indonesian Students’ Union), IGJ (Institute for Global Justice), and LMND-PRM (National Student League for Democracy – The Politics of the Poor). Many other progressive groups are expected to join as the campaign becomes more and more established.

“HOV-Indonesia is built as an effort to widen the support for the Bolivarian Revolution, as a propaganda tool for socialist programs in Venezuela (its achievements, its process, etc), and as an educational tool for revolutionary movements and labor movements in Indonesia in order to build a revolution in Indonesia.”

This is how it was announced in the invitation letter to the launching event.

For the movement in Indonesia, the fate and the lessons of the Venezuelan Revolution are crucial. Just as in Venezuela, Indonesia is rich in oil and yet 110 million of its 220-million population live on less than $2 a day, 13 million children in Indonesia go hungry for lack of food, and 25 million people are illiterate. Nationalization of oil (and other mining industries) as carried out by the Bolivarian government, where the profit is then distributed to the people through social programs, is one of the demands that can also be applied in Indonesia to tackle its dire poverty.

The launching of the HOV campaign in Indonesia should be a cause for celebration for all revolutionaries around the globe. It symbolizes yet another concrete example of solidarity between the exploited masses in Indonesia and Venezuela, in Asia and Latin America. It is another step forward toward greater unity amongst all toiling masses in their struggle against global capitalism and imperialism.

Please send your message of support to HOV-Indonesia campaign to:  hovindonesia@yahoo.com

_______________________________________________________

Ted Sprague adalah aktivis Hands Off Venezuela, tinggal di Montreal