“Apa masalahnya? Saya juga seorang Trotskis!” – Chavez disumpah sebagai Presiden Venezuela

Oleh: Jorge Martin (In Defence of Marxism, www.marxist.com)

Jumat, 12 Januari 2007

Pada hari Rabu, 10 Januari, Chavez disumpah sebagai Presiden Venezuela untuk masa jabatan baru, dan dia menyampaikan pidato dimana dia mengumumkan anggota kabinet dan mengulangi kebijakan utama pemerintahannya yang sudah digarisbawahi di dalam pidato utamanya hari Senin, 8 Januari.

Setelah kemenangan mutlak di pemilihan presiden di bulan Desember (dimana Chavez menerima 7.3 juta suara, 63%), Chavez menekankan bahwa ini bukan suara untuk dia sendiri, tetapi suara untuk proyek sosialis yang dia sudah pertahankan. Pernyataan yang dia buat beberapa hari lalu ini di Venezuela mengirimkan signal yang jelas dan kuat akan arah yang ia hendak tuju.

Komposisi pemerintahan baru tersebut dapat dicermati sebagai pergerakan ke arah kiri. Pertama-tama, wakil presiden Jose Vicente Rangel, yang secara publik menentang penyitaan lapangan golf Caracas oleh gubernur Caracas, Juan Barreto, and secara terus terang mengatakan bahwa pemerintah menghormati kepemilikan pribadi sudah disingkirkan. Dia digantikan oleh Jorge Rodriguez, yang secara umum dilihat berada di sayap kiri gerakan Bolivarian. Ayahnya, dengan nama yang sama, adalah pemimpin historis Serikat Sosialis di tahun 1970an dan meninggal akibat penyiksaan saat dia dikurung oleh polisi rahasia.

Chavez juga menegaskan bahwa “pertama kalinya dalam sejarah, kita mempunyai seorang menteri dari Partai Komunis di Venezuela”, merunjuk kepada David Velasquez yang baru dilantik sebagai Menteri Kekuatan Rakyat untuk Partisipasi dan Perkembangan Sosial. Partai Komunis Venezuela (PKV) belumlah memainkan peran vanguard (barisan depan) dalam revolusi Bolivarian. Sebelum Chavez mulai berbicara mengenai perlunya melewati kapitalisme dan mengenai sosialisme sebagai satu-satunya jawaban, PKV menekankan bahwa sosialisme bukanlah agenda yang harus segera dilaksanakan saat ini di Venezuela, bahwa revolusi pada tahap ini hanyalah sebuah perjuangan melawan imperialisme, ini mengulangi ide Stalinis, teori dua-tahap, yang tua dan berbahaya. PKV tidak mengantisipasi pernyataan Chavez mengenai perlunya perjuangan untuk sosialisme dan secara 180 derajat berubah mengekori apa yang Chavez nyatakan, demikianlah PKV mengikuti peristiwa daripada menawarkan kepemimpinan.

Di antara para menteri-menteri baru yang akan diikutsertakan di dalam pemerintah, Chavez juga mengangkat sebagai Menteri Buruh, Jose Ramon Rivero, yang dia lukiskan sebagai seorang yang “muda dan seorang pemimpin buruh”. “Saat aku panggil dia,” Chavez menjelaskan, “dia bilang kepadaku: ‘presiden, saya ingin memberitahukan anda sesuatu hal sebelum orang lain memberitahukannya kepada anda … saya adalah seorang Trotskis’, dan saya bilang, ‘Jadi apa masalahnya? Saya juga seorang Trotskis! Saya mengikuti garisnya Trotsky, yaitu revolusi permanen.”

Jose Ramon Rivero adalah seorang pemimpin serikat buruh di pabrik aluminium Venalum milik negara di propinsi industrial Bolivar, dan sudah menjadi salah satu anggota parlemen dari Front Buruh Bolivarian (Frente Bolivariano de Trabajadores, FBT). Dalam periode belakangan ini, FBT didominasi oleh elemen yang paling moderat yang sudah meluncurkan kampanye melawan sayap kiri di Serikat Buruh Nasional Venezuela (Union Nacional de Trabajadores, UNT). Harus dilihat dikemudian hari bagaimana sikap Rivero sebagai Menteri Buruh. Dia akan dinilai dari posisinya berhubungan dengan manajemen oleh buruh (workers’ management or workers’ control), pendudukan pabrik (factory occupation), nasionalisasi, dan perlindungan hak-hak buruh.

Tetapi, pernyataan Chavez bahwa dia adalah seorang Trotskis merefleksikan evolusi ke kiri dari ide politiknya dan tumbuhnya radikalisasi didalam kepribadiannya. Pada permulaan revolusi Venezuela di tahun 1998, Chavez secara terbuka mengakui bahwa dia berpihak pada “cara ketiga” (“third way”, yaitu jalan tengah antara kapitalisme dan sosialisme) dan tidak menentang kapitalisme sama sekali. Hanya pada bulan Januari 2005, disaat penyitaan pabrik Venepal, pertama kalinya dia mengatakan bahwa “di dalam batasan kapitalisme tidak ada solusi untuk masalah-masalah yang dihadapi rakyat Venezuela” dan revolusi haruslah maju menuju “sosialisme abad ke-21”. Perubahan ide politiknya disebabkan oleh beberapa hal, Chavez mengatakan, dari pengalaman revolusi Bolivarian (mencoba menerapkan reformasi dasar seperti pelayanan kesehatan gratis dan pendidikan untuk semua masyarakat dan dihadapkan dengan perlawanan bersenjata dari kelas kapitalis), membaca, dan diskusi.

Tidak lama sebelum dia menyatakan dirinya sendiri sebagai seorang sosialis, dia membeli buku “Revolusi Permanen” karya Leon Trotsky di sebuah pertemuan di Madrid dimana dia berbicara dihadapan para buruh dan pemuda di markas Komisi Pekerja Serikat Buruh (CCOO). Jelas-jelas dia menjadi tertarik dengan ide-idennya Trotsky, karena ide-ide tersebut memberikan ide sosialis yang sangat berlawanan dengan karikatur Stalinis yang sudah jatuh di Uni Soviet. Kira-kira pada saat yang sama, didalam sebuah interview dengan Al Jazeera dia menjelaskan bahwa di dalam opininya yang sudah gagal di Uni Soviet “bukanlah sosialisme, apa yang ada disana sudah bergerak menjauhi tujuan semula dari Lenin dan Trotsky, terutama setelah Stalin.”

Pada saat itu, ini merupakan titik perubahan utama di dalam revolusi Bolivarian dan membuka perdebatan mengenai sosialisme dan apa pengertiannya di seluruh Venezuela seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pernyataan Chavez baru-baru ini juga bisa dilihat sebagai hal yang sama, yang merupakan satu lagi titik perubahan utama di dalam revolusi.

Chavez juga menekankan bahwa menteri-menteri baru tersebut adalah “menteri kekuatan rakyat” dan bahwa mereka harus menghabiskan waktu mereka dari hari Senin sampai Rabu di dalam kantor mereka menjalankan tugas mereka, tetapi dari hari Kamis sampai Minggu mereka haruslah berada “di luar jalanan untuk mengimplementasikan rencana kerja”.

“Tidak ada satu halpun, tidak ada seorangpun yang bisa mengalihkan kita dari jalan menuju sosialisme Bolivarian, sosialisme Venezuela, sosialisme kita” dia tekankan. Pada saat penyumpahannya sebagai presiden, dia mengumandangkan bahwa satu tujuannya adalah untuk mendirikan Republik Bolivarian Sosialis Venezuela, dan bahkan formula yang dia pakai untuk sumpah presidennya sangatlah sosialis. “Saya bersumpah kepada rakyat dan kepada tanah tumpah darah bahwa saya tidak akan mengistirahatkan tangan saya ataupun mengistirahatkan jiwa saya; bahwa saya akan memberikan siang dan malam saya dan seluruh hidup saya untuk pembangunan sosialisme Venezuela, sebuah sistem politik yang baru, sebuah sistem sosial yang baru, sebuah sistem ekonomi yang baru.” Dan dia menutup pidatonya dengan sebuah sebuah pekik perjuangan “Tanah tumpah darahku, sosialisme atau kematian!”.

Seperti langkah maju utama lainnya di revolusi Bolivarian, Chavez mengartikan dan meresponse terhadap tekanan massa revolusioner dari bawah, tetapi pada saat yang sama dia mengambil inisiatif, meluncurkan ide dan proposal yang berani dan secara sadar mendorong seluruh proses ke depan. Sambutan dari anggota-anggota revolusioner terhadap pernyataan yang dia buat pada hari Senin, 8 Januari, dan terutama mengenai nasionalisasi perusahaan telekomunikasi CANTV dan perusahaan listrik EDC, sangatlah antusias. Aktivis serikat buruh sudah menghubungi para pemimpin UNT untuk mengekspresikan dukungan mereka terhadap tindakan-tindakan tersebut. “Aliansi Serikat Buruh” di SIDOR, sebuah pabrik besi di Bolivar yang diprivatisasi pada tahun 1990an, sudah mengeluarkan pernyataan meminta presiden untuk menasionalisasikan kembali pabrik tersebut. Mereka menambahkan bahwa nasionalisasi tersebut jangan hanya kembali ke situasi sebelumnya dimana SIDOR merupakan milik negara, tetapi ini harus disertai dengan manajemen oleh buruh seperti yang sudah dialami di pabrik aluminium ALCASA.

Menteri Buruh yang baru, Rivero, sudah mengorganisasikan pertemuan dengan serikat buruh yang merepresentasikan para pekerja di perusahaan-perusahaan yang akan dinasionalisasikan untuk membicarakan masa depan mereka, dan sudah menambahkan bahwa sebuah pertemuan sudah dilaksanakan di dewan menteri yang baru tentang “pembentukan dewan pekerja” di perusahaan-perusahaan tersebut, dimulai dari Kementerian Buruh sendiri.

Tetapi juga, seperti di titik perubahan sebelumnnya, elemen birokrasi dan reformis di dalam gerakan Bolivarian (dan terutama di dalam kepemimpinannya) sudah berkonspirasi untuk melunakkan isi dari pernyataan dan proposal Chavez, dan untuk memblokir inisiatif revolusioner dari massa. Pengumuman mengenai nasionalisasi CANTV dan EDC langsung menurunkan harga saham mereka secara tajam di bursa efek Caracas dan perdagangan saham tersebut dihentikan. Tetapi secara cepat Menteri Perdagangan yang baru, Rodrigo Cabezas, menjelaskan bahwa “proses nasionalisasi akan dijalankan dengan menghormati rangka konstitusi yang diantaranya melarang penyitaan”. Ini bukanlah kebijakan yang diambil oleh Rivero, Menteri Buruh yang baru, yang mengingatkan para jurnalis bahwa banyak pekerja dan eks-pekerja CANTV yang memiliki saham yang mereka dapat saat proses privatisasi yang dahulu (seperti halnya di SIDOR) dan bahwa mereka, bersama-sama dengan pemerintah, merepresentasikan 20% dari total pemegang saham. Dia mengatakan bahwa pemerintah akan mencari jalan untuk melindungi kepentingan para pemegang saham kecil ini, tetapi bukan kepentingan orang-orang yang “membeli saham mereka dari bursa efek New York (NYSE) atau darimanapun”.

Maka dari itu, perjuangan ini masih jauh dari selesai dan sangatlah perlu bagi para anggota revolusioner, dan terutama aktivis serikat buruh yang revolusioner, untuk mengambil inisiatif dari semua front dan untuk memberikan muatan kepada semua pernyataan ini: perlunya nasionalisasi sektor-sektor kunci ekonomi, perlunya untuk membongkar pemerintahan borjuis dan menggantikannya dengan pemerintahan revolusioner berdasarkan dewan pekerja dan rakyat, dan pembangunan partai persatuan revolusi sosialis. CMR (Corriente Marxista Revolucionaria, The Revolutionary Marxist Current) atau Arus Marxis Revolusioner di Venezuela mendesak perlunya sebuah konferensi buruh nasional untuk membicarakan semua isu tersebut dan peran kelas pekerja di tahap revolusi yang baru, dan konferensi tersebut harus meluncurkan hari aksi nasional pendudukan pabrik. Ini berhubungan erat dengan perjuangan para pekerja di Sanitarios Maracay, perusahaan pertama di Venezuela yang diduduki oleh pekerjanya dimana tenaga kerjanya mengproduksi dan menjual produknya dibawah kontrol pekerja. Sebuah panggilan sudah diisukan untuk sebuah demonstrasi nasional yang baru guna mendukung desakan para pekerja Sanitarios Maracay untuk nasionalisasi dibawah kontrol pekerja. Ini bisa menjadi pusat perhatian untuk aktivitas kelas pekerja di tahap revolusi yang baru, satu tahap lebih tinggi dari apa yang direpresentasikan oleh nasionalisasi Venepal pada tahun 2005.

Beberapa bulan ke depan adalah sangat penting bagi masa depan revolusi Bolivarian dan kelas pekerja harus memainkan peran utama.

12 Januari, 2007

Sumber: “What is the problem? I am also a Trotskyist!” – Chavez is sworn in as president of Venezuela.  (Diterjemahkan oleh MS)

Chavez Mengumumkan Kebijakan Radikal Melawan Kapitalisme di Venezuela

Oleh Fred Weston (In Defence of Marxism, www.marxist.com)

Selasa, 9 Januari 2007

Presiden Venezuela Hugo Chavez pada saat penyumpahan kabinet barunya memberikan pidato yang berapi-api dimana dia mengumumkan rangkaian kebijakan radikal. Bila kebijakan tersebut dilaksanakan, ini akan menjadi serangan yang serius terhadap kekuatan oligarki dan imperialisme di Venezuela. Proposal-proposal yang dia buat merupakan refleksi dari pergerakan tajam ke arah kiri di Venezuela. Mereka merefleksikan suasana hati massa yang sebenarnya dan hasrat mereka untuk perubahan radikal dan akhir dari kapitalisme di negara tersebut.

Pada bulan Desember, dia memperoleh kemenangan yang besar, terbesar semenjak revolusi Bolivarian mulai. Keseimbangan kekuatan sekarang berpihak kepada rakyat Venezuela. Chavez mempunyai kontrol penuh di parlemen dan dukungan yang besar dari populasi. Kondisi eksis untuk mematikan kapitalisme selama-lamanya.

Daftar kebijakan-kebijakan yang diumumkan oleh Chavez akan menyerang ke ulu hati kapitalisme di Venezuela. Bukanlah kebetulan kalau sebuah artikel muncul di Washington Post kemarin, mengomentari pidatonya, dengan judul “Chavez mempercepat revolusi sosialis Venezuela”. Judul tersebut meringkas dengan baik apa yang sekarang terjadi di Venezuela. Analis ulung kaum borjuis mengerti apa yang kaum Marxis mengerti. Kapitalisme bisa dihancurkan dengan mudah di Venezuela.

Di dalam pidatonya Chavez menekankan bahwa Venezuela sudah memasuki tahapan yang baru, yang dia namakan sebagai “Proyek Nasional Simon Bolivar 2007-2021”, yang bertujuan untuk membangun “Sosialisme Bolivarian”. Esok hari, Chavez akan berbicara kembali pada saat upacara penyumpahannya, dimana dia akan menjelaskan dengan lebih detail terdiri dari apa saja proyek tersebut, akan tetapi dia sudah memberikan 5 poin utama, lima “motor” dari revolusi: hukum khusus yang akan memberikan kekuatan legal, perubahan konstitusi lebih lanjut, pendidikan rakyat, rekonstruksi organ-organ kekuatan negara, dan ledakan kekuatan komunitas.

Hukum khusus tersebut di atas adalah kebijakan utama dari proposalnya. Ini akan memperbolehkan Chavez, dalam tahun-tahun ke depan, untuk mendorong rangkaian keputusan. Dia secara khusus menyatakan bahwa bagian sentral dari hukum tersebut akan meliputi nasionalisasi industri-industri penting yang sudah diprivatisasi oleh pemerintahan yang lalu, seperti perusahaan telekomunikasi Venezuela CANTV (diprivatisasi pada tahun 1991) dan industri listrik. Sebelumnya dia juga sudah mengancam untuk menasionalisasikan CANTV bila perusahaan tersebut tidak merubah pembayaranan pensiunnya sesuai dengan upah minimum.

Dia sangat jelas mengenai apa yang perlu dilakukan. Dia mengatakan, “Semua yang diprivatisasi, biarlah dinasionalisasikan,” yang mendapatkan tepuk-tangan luar biasa. Dia menambahkan kalau tujuannya adalah untuk mendirikan “kepemilikan sosial atas sektor-sektor alat produksi yang strategis.”

Dia juga merencanakan untuk meningkatkan kontrol pemerintah terhadap industri minyak. Saat ini, ada 4 proyek Orinoco Oil Belt yang dijalankan oleh negara sebagai proyek bersama dengan perusahaan AS Exxon Mobil, Conoco, dan Chevron; perusahaan Prancis, Total; perusahaan Inggris, BP; dan perusahaan Norwegia Statoil; akan tetapi pemerintah hanya mempunyai saham minoritas di dalam proyek-proyek tersebut. Sekarang Chavez mengajukan proposal untuk mengambil saham mayoritas, dengan demikian menguatkan kontrol pemerintah terhadap proyek penting ini yang bertanggungjawab atas 18% produksi minyak di negara.

Dia mengumumkan bahwa teks hukum tersebut sudah siap dan akan dipersembahkan di Sidang Rakyat (National Assembly) dalam waktu dekat.

Dia juga mengajukan proposal baru untuk perubahan konstitusi. Dia tidak menjelaskan dengan spesifik perubahan macam apa yang dia ajukan tetapi di dalam pidatonya dia mengatakan bahwa dia akan mendasarkan dirinya sendiri atas “kekuatan publik, yang benar-benar membakar”, merujuk pada perlunya mendasarkan revolusi atas rakyat yang sudah secara konsisten mendukung revolusi. Dia menambahkan, “Kita sedang menuju republik sosialis Venezuela, dan ini memerlukan perubahan mendalam atas konstitusi nasional kita … kita sedang menuju sosialisme, dan tidak ada satu halpun dan tidak ada seorangpun yang bisa menghalanginya.”

Satu perubahan spesifik yang dia sebut adalah untuk menetapkan kontrol yang lebih besar terhadap Bank Sentral. Saat ini, bank tersebut adalah independen. Chavez ingin menggantikannya. Seperti yang dia nyatakan, ke-independen-an ini membuat bank tersebut menjadi instrumen “neo-liberalisme”. Ini adalah keputusan yang tepat. Direktur-direktur Bank Sentral secara sistematis sudah memberikan perlawanan terhadap kebijakan Chavez dalam menggunakan uang negara untuk meringankan kemiskinan dan melaksanakan perubahan sejati. Mereka sudah menggunakan status independen bank tersebut untuk membela kepentingan oligarki tak-terpilih yang bermaksud untuk mempertahankan kontrol atas kekuatan fundamental ekonomi.

Kebijakan lainnya yang dia nyatakan meliputi kebijakan untuk memulai “pendidikan rakyat Bolivarian”. Dia menjelaskan bahwa ini akan “memperdalam nilai-nilai baru dan menghancurkan nilai-nilai lama individualisme, kapitalisme, egoisme.”

Dia menekankan perlunya untuk memberikan kepada area-area yang lebih miskin peranan yang lebih besar dalam menjalankan program-program, ini jelas-jelas mengindikasikan perlunya menggeser kekuatan ke massa yang mendukung revolusi. Dia mengatakan bahwa yang perlu dilakukan adalah “membongkar pemerintahan/negara borjuis” karena semua negara “dilahirkan untuk mencegah revolusi.” Ini akan dilakukan dengan memberikan kekuatan yang lebih besar untuk Dewan Komunitas (Communal Council) yang baru terbentuk dan membangunnya dari bawah ke atas dengan tujuan menciptakan sebuah negara yang baru berdasarkan Dewan Komunitas tersebut.

Sebelum pidatonya, dia sudah mengambil keputusan yang tegas untuk tidak memperbarui izin siar kepada RCTV, perusahaan TV yang secara konsisten sudah mendukung semua manuver-manuver yang tidak demokratis untuk menyingkirkan Chavez. RCTV mendukung usaha kudeta 2002 dan sabotase industri minyak. Chavez sudah diserang oleh oposisi dan imperialisme untuk hal ini. Mereka menginginkan kebebasan untuk melakukan manuver dan bersekongkol melawan pemerintahan Venezuela yang dipilih secara demokratis. Bayangkan bila di Amerika sebuah TV swasta mendukung usaha kudeta untuk menyingkirkan Bush. Bagaimana reaksi kaum Republikan? Stasiun TV tersebut tidak akan selamat satu hari lebih lama.
Kebijakan lainnya yang sudah diumumkan, dan yang bisa dilihat serupa dengan kebijakan-kebijakan yang sudah diumumkan kemarin, adalah pemecatan wakil presiden Jose Vicente Rangel dan penggantiannya oleh Jorge Rodriguez. Rangel sudah dilihat sebagai representasi dari elemen yang paling moderat dalam kepemimpinan Bolivarian dan dia khususnya keberatan dengan penyitaan lapangan golf Caracas yang diumumkan oleh gubernur Barreto pada akhir Agustus tahun lalu. Pada saat itu, Rangel mengatakan bahwa pemerintah menghormati secara penuh properti pribadi.

Kaum Marxis haruslah memberikan dukungan sepenuh hati terhadap kebijakan-kebijakan yang diumumkan oleh Chavez. Kita sudah secara konsisten berargumen bahwa revolusi Venezuela tidak bisa berhenti di tengah jalan. Revolusi tersebut akan maju ke depan menuju penyitaan sektor-sektor pimpinan tertinggi ekonomi, dengan demikian menghancurkan kekuatan oligarki dan imperialisme, atau proses tersebut dapat terurai, dimana oligarki menggunakan kontrol ekonominya untuk melaksanakan aksi sabotase dan menghabiskan tenaga revolusi.

Kemenangan besar di pemilihan bulan Desember merupakan tanda yang jelas bahwa massa ingin maju ke depan dan menghadapi oligarki. Pidato Chavez mencerminkan situasi tersebut. Ini menjelaskan mengapa dia menyatakan bahwa, “tidak ada satu halpun atau seseorangpun yang bisa mendorong kita keluar jalur dalam pengejaran kita akan … sosialisme Venezuela, sosialisme kita.” Pada saat pidatonya, dia secara spesifik merujuk kepada pemikiran Marx dan Lenin.

Reaksi kaum borjuis internasional sampai saat ini sudahlah seperti yang diharapkan. Alberto Ramos menulis untuk Goldman Sachs berkomentar bahwa, “Pengumuman kebijakan-kebijakan yang mengkhawatirkan ini merepresentasikan sebuah perubahan yang jelas menuju kebijakan nasionalisme dan intervensi yang lebih mendalam, yang dapat mengakibatkan erosi kepercayaan bisnis lebih lanjut dan dasar makro dan institusi negara.” Richard La Rosa, pedagang saham di Activalores Sociedad de Corretaje CA mengatakan bahwa, “Kami semua mengantisipasi beberapa pernyataan radikal sesudah penyumpahan dia sebagai presiden, tetapi ini benar-benar mengejutkan pasar. Kami tidak pernah mengira bahwa dia akan menyebut nama perusahaan secara spesifik. Ini mengejutkan kami semua.” Dia menambahkan bahwa, “Pertanyaan besar di pasar adalah bagaimana kita akan dikompensasi? Tidak ada seorangpun yang meragukan niat Chavez pada saat ini.” Banyak orang yang berkomentar bahwa Chavez akan mengikuti jalan yang diambil Kuba pada awal 1960an, ketika Castro menasionalisasikan sebagian besar ekonomi di Kuba.

Chavez akan disumpah sebagai Presiden esok hari. Ini adalah masa jabatan Chavez yang ketiga dan akan membawa dia sampai tahun 2013. Kaum borjuis di Venezuela dan internasional memulai kampanye benci melawan Chavez saat dia bergerak lebih jauh ke kiri. Ini bukanlah kebetulan. Kepentingan materi mereka berada di ujung tanduk. Bila Chavez bergerak sejauh mungkin ke kiri, dia akan menerima dukungan yang sangat antusias dari rakyat Venezuela. Belakangan ini, Chavez berbicara tentang membuat proses revolusi di Venezuela “tak dapat diubah lagi”. Satu-satunya cara untuk melaksanakan hal tersebut: sita kepemilikan kaum borjuis dan bangun sebuah negara revolusioner berdasarkan kelas pekerja.

Ketika dia mengatakan bahwa perlu untuk “membongkar negara borjuis” dia sangatlah benar. Negara saat ini penuh dengan agen-agen rezim yang lama. Mayoritas pegawai negeri dan pimpinan tinggi negara masih dihinggapi oleh orang-orang yang dulu diangkat untuk melayani kepentingan kaum borjuis. Mereka tidak bisa dipercaya. Setiap hari, setiap menit, mereka melakukan manuver untuk menghalangi perubahan yang progresif. Mereka mencoba untuk melambatkan revolusi. Chavez sudah sering merujuk ke birokratisme dan korupsi di semua tingkatan yang menghalangi proses revolusi.

Yang diperlukan adalah memindahkan pusat aksi ke masyarakat. Satu-satunya kekuatan yang bisa dipercaya oleh Chavez adalah kelas pekerja, petani, dan kaum miskin Venezuela. Sekarang adalah saatnya bagi semua pabrik-pabrik, tempat kerja, dan lingkungan kelas pekerja untuk memilih komite-komite. Komite tersebut harus memilih delegasi-delegasi ke organ yang lebih tinggi, yang pada akhirnya menuju ke organ nasional. Ini merupakan instrumen yang dapat “membongkar negara borjuis” dan membangun “negara revolusioner”.

Haruslah dicatat bahwa satu dari beberapa perusahaan yang disebut akan dinasionalisasi adalah CANTV, dimana pekerjanya dan eks-pekerjanya sudah berjuang demi hak-hak mereka dan menuntut nasionalisasi beberapa bulan belakangan ini. Ini tentu saja akan memberikan dorongan yang baru bagi perjuangan para pekerja di Sanitarios Maracay untuk nasionalisasi di bawah kontrol pekerja.

UNT (Union Nacional de Trabajadores, Serikat Buruh Nasional Venezuela) haruslah mengambil inisiatif untuk segera mengadakan Konferensi Pekerja Nasional untuk membahas kebijakan-kebijakan tersebut dan mengambil langkah yang konkrit untuk para pekerja di sektor kunci ekonomi supaya mengorganisasikan diri mereka sebuah perjuangan untuk nasionalisasi di bawah kontrol pekerja dan mencegah semua usaha sabotase para bos-bos atau menyita dari mereka aset atau informasi berharga. Konferensi tersebut juga harus meluncurkan hari aksi nasional pendudukan pabrik dimana 800 perusahaan yang sudah disebut oleh Chavez satu sentengah tahun yang lalu haruslah diambil alih dan dengan mereka semua sektor ekonomi yang strategis juga harus diduduki oleh pekerja.

Chavez melihat perlunya “memperdalam” revolusi. Dia mengerti bahwa revolusi tidaklah bisa berhenti. Revolusi harus bergerak maju. Dia dapat melihat bahwa setiap kali dia mencoba mendorong proses tersebut lebih lanjut, para birokrat datang dengan seribu satu halangan. Dia merasa bahwa dia tidak bisa membuat mesin negara ini untuk bertindak sesuai yang dia kehendaki. Maka dari itu, satu-satunya jalan ialah menghancurkan mesin ini dan membangun negara yang baru berdasarkan para pekerja.

Di beberapa hari ke depan, kami akan menyediakan analisa yang lebih mendalam mengenai apa yang sedang terjadi di Venezuela, tetapi yang jelas ialah bahwa percepatan seluruh proses tersebut sedang terjadi di Venezuela. Bila revolusi Venezuela menang, dia akan dilihat sebagai sumber inspirasi bagi rakyat di Amerika Latin dan seluruh dunia. Ini akan mendorong sebuah periode revolusi yang baru. Inilah mengapa semua kaum sosialis yang sejati, semua kaum komunis yang sejati, haruslah antusias terhadap perubahan baru ini dan memberikan dukungan sepenuh hati terhadap revolusi tersebut. Kaum borjuis internasional sudah berbaris rapi, mengunakan semua yang dia punya, kontrol atas media, ekonomi, dan lain-lain, untuk memukul revolusi Venezuela. Adalah tugas kita di seluruh dunia untuk membalasnya dengan seluruh tenaga kita.

Sumber: “Chavez announces radical measures against capitalism in Venezuela” (Diterjemahkan oleh MS)